Serat Teman Baik untuk Anak Obesiatas

Hai, Teman Sehat! belakangan ada berita yang mengatakan bahwa serat ngga baik untuk penderita obesitas. Benarkah begitu? Padahal dalam suatu penelitian anak yang kurang konsumsi serat 3,3 kali lebih berisiko terkena obesitas loh! Wah, bagaimana ini, boleh ngga sih konsumsi serat untuk penderita obesitas. Yuk, lihat fakta yang sebenarnya.

Faktor penyebab obesitas

penyebab obesitas pada anak
Foto: Unsplash.com

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya obesitas pada anak yang perlu kamu ketahui yaitu,

  • Faktor Genetik (Keturunan), beberapa ahli kesehatan mengatakan masih belum adanya bukti nyata terkait perubahan metabolisme berdasasarkan genentik seseorang. Tapi, sebagian besar keluarga yang memiliki riwayat obesitas memiliki pola makan yang cenderung salah dan menerapkannya pada sang anak.
  • Faktor Aktivitas, anak yang memiliki aktivitas fisik rendah bisa meningkatkan risiko obesitas, karena kalori yang dibakar menjadi energi untuk beraktivitas didalam tubuh sedikit dan sisianya  disimpan menjadi lemak.
  • Pola Makan, merupakan faktor utama yang sering kamu dengar. Pola makan yang salah seperti asupan kalori berlebih dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas pada anak, karena kebutuhan kalori yang digunakan ngga sebanding dengan kalori yang masuk. Selain itu, kurangnya asupan serat dan vitamin dari buah dan sayur serta konsumsi junkfood yang memiliki kalori tinggi juga meningkatkan risiko terjadinya obesitas pada anak.

Dampak obesitas pada anak

dampak obesitas pada anak
Foto: Unsplash.com

Ada beberapa dampak yang ngga terlihat sampai bila anak-anak mengalami obesitas, seperti:

  • Penyakit kardiovaskular (terutama penyakit jantung dan stroke)
  • Diabetes mellitus
  • Gangguan musculoskeletal, terutama gangguan osteoarthritis (gangguan pada saluran makanan dan tulang)
  • Beberapa kanker tertentu (endometrium, payudara dan usus besar)

Hubungan serat dan obesitas

hubungan konsumsi serat dengan obesitas
Foto: Unsplash.com

Konsumsi serat sangat penting untuk mengatasi obesitas pada anak. Anak usia 2-20 tahun disarankan konsumsi serat dengan jumlah sesuai usianya ditambah 5 gram, misalkan usia 10 tahun maka kebutuhan hariannya adalah 15 gram. Konsumsi serat sehari yaitu 5 porsi yang didapatkan dari mengkonsumsi sayur minimal 2 kali dan buah minimal 3 kali.

Serat bisa membantu meningkatkan kualitas saluran cerna, serat mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja, dengan demikian makin tinggi konsumsi serat akan semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh anak obesitas.

Selain itu serat juga berperan untuk memperlambat penyerapan lemak dan sebagai prebiotik yang dapat membantu probiotik atau baketri baik tumbuh untuk menjaga saluran cerna. Anak yang mendapat asupan serat secara cukup biasanya ngga mudah lapar, sehingga bisa membatasi asupan makan yang berlebih.

Teman Sehat, jangan sampai kamu termakan berita ngga benar diluar sana ya! Kasihan anak kamu yang seharusnya memiliki asupan gizi yang lengkap namun karena berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan malah dapat merugikan pertumbuhan dan perkembangannya. Sehat selalu, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Kusharto, Clara. (2006). Serat Makanan Dan Peranannya Bagi Kesehatan. Jurnal Gizi dan Pangan.
https://www.researchgate.net/publication/277822462_SERAT_MAKANAN_DAN_PERANANNYA_BAGI_KESEHATAN

Vilda Ana Veria Setyawati dan Eti Rimawati. 2016. Pola Konsumsi Fast Food Dan Serat Sebagai Faktor Gizi Lebih Pada Remaja
https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph/article/view/16792/8627

Al Rahmad, Agus. (2019). Keterkaitan Asupan Makanan dan Sedentari dengan Kejadian Obesitas Pada Anak Sekolah Da sar di Kota Banda Aceh. Buletin Penelitian Kesehatan. 47. 67-76. 10.22435/bpk.v47i1.579.
https://www.researchgate.net/profile/Agus_Al_Rahmad/publication/334165786_Keterkaitan_Asupan_Makanan_dan_Sedentari_dengan_Kejadian_Obesitas_Pada_Anak_Sekolah_Da_sar_di_Kota_Banda_Aceh/links/5d87c113458515cbd1b3a1f0/Keterkaitan-Asupan-Makanan-dan-Sedentari-dengan-Kejadian-Obesitas-Pada-Anak-Sekolah-Da-sar-di-Kota-Banda-Aceh.pdf

WHO. Why does childhood overweight and obesity matter
https://www.who.int/dietphysicalactivity/childhood_consequences/en/

Genis Ginanjar Wahyu. Obesitas pada Anak.
https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=rzhrAwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PT8&dq=Buku+obesitas+anak&ots=6AShLhlejn&sig=rZ05_qDmo2i-YqBdFL6H5OrEUmc&redir_esc=y#v=onepage&q=Buku%20obesitas%20anak&f=false

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.