Teman Sehat, kurang lebih satu bulan lagi kamu aka bertemu dengan Bulan Ramadan dan Lebaran yang identik dengan mudik. Yap, mudik merupakan salah satu budaya masyarakat Indonesia yang ngga lengkap kalau ngga dilakukan. Tapi, dalam keadaan wabah virus COVID-19, pemerintah telah memutuskan untuk melarang kegiatan ini. Kira-kira apa ya, alasannya? Yuk, simak di sini!
Larangan mudik selama wabah terjadi
Tahukah kamu, pada tanggal 27 Maret 2020, Pemerintah yang diwakili oleh Bapak Achamd Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, menyatakan bahwa kemungkinan besar kegiatan mudik yang biasa dilakukan sebelum puasa dan setelah lebaran ditunda. Beliau menyatakan, hal ini dilakukan demi keamanaan dan kenyamanan bersama untuk menekan penyabaran virus COVID-19 ke kota-kota lainnya.

Apabila kegiatan ini tetap dilakukan, akan terjadi peningkatan penyebaran virus yang sangat cepat, sehingga kemungkinan jumlah yang terinfeksi di kota lain akan bertambah. Kemungkinan penyebaran ini bisa terjadi saat kamu berada diperjalanan, seperti saat mengantri masuk dan keluar kendaraan mudik, di dalam kendaraan mudik, maupun saat mampir ke tempat peristirahatan.
Masih ingatkah cara penyebaran virus ini?
Teman Sehat, seperti yang dilansir pada laman website World Health Organization (WHO) dan Center for Disease Control and Prevention (CDC), penyebaran virus ini bisa terjadi secara langsung, saat orang yang terinfeksi berinteraksi satu sama lain dalam jarak dekat. Selain itu, juga bisa terjadi melalui media seperti tetesan cairan yang dikeluarkan saat bersin ataupun batuk.

Cairan ini, bisa menempel di berbagai permukaan barang, seperti kertas, peralatan yang terbuat dari bahan logam, kayu, dan barang lain yang biasa digunakan oleh kamu. Nah, untuk meminimalisir penyebarannya, penting sekali untuk menjaga jarak (physical distancing), mengurangi kegiatan dengan banyak orang, dan menjaga kesehatan dengan selalu mencuci tangan, menerapkan etika saat batuk, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Ingat ya, walaupun yang sangat berisiko tinggi terkena penyakit ini adalah orang tua di umur 60 tahun ke atas, tapi kamu yang berumur kurang dari 30 – 50 tahun tetap perlu waspada.
Luapkan rasa rindumu, melalui aplikasi ini
Hidup di zaman yang serba canggih ini, bisa membantu kamu untuk melepas rindu bersama keluarga, tanpa harus hadir secara langsung. Yap, kamu bisa melakukan kegiatan ini melalui dunia maya, seperti melakukan video call. Gunakanlah aplikasi video call pada WhatsApp, line, google hangout, atau bahkan zoom, aplikasi yang sedang hits akhir-akhir ini.

Selain WhatsApp grup call dan google hangout yang bisa menampilkan wajah setiap anggota keluargamu, aplikasi zoom bisa menampilkan dokumen dalam bentuk foto atau video yang dimiliki pada saat lebaran atau liburan tahun lalu. Jadi, bisa melepas rindu bersama sambil bernostalgia, kan?
Nah, Teman Sehat itulah alasan mengapa kamu perlu menunda kegiatan mudik tahun ini. Yap, memperpanjang silaturahim dengan mengunjungi orang yang disayang adalah hal baik, tetapi menyelamatkan nyawa ratusan bahkan ribuan orang dari penyebaran virus ini lebih baik, loh! Alihkan silaturahim mu dengan cara zaman now, ya! So, keep health and stay at home!


Comment