Hai, Sahabat Sehat, tahukah kamu bahwa setiap tanggal 3 Maret diperingati hari pendengaran sedunia atau World Hearing Day. Pada tahun 2022 tema “To hear for life, listen with care” diangkat untuk meningkatkan kesadaran kamu tentang pentingnya menjaga kesehatan pendengaran, lalu bagaimana sih cara menjaga kesehatan pendengaran yang baik?

Menghindari Kebisingan
Salah satu penyebab gangguan pendengaran, yaitu kebisingan. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2012 penyandang gangguan pendengaran di Asia Tenggara berjumlah 156 juta orang dan 49 juta diantaranya merupakan gangguan akibat dari suara keras atau bising.
Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengeran dan Ketulian, di Indonesia terdapat 36 juta orang yang mengalami ketulian karena kebisingan dan angka tersebut ternyata paling tinggi di Asia Tenggara, loh! Menjaga kesehatan sistem pendengaran dari kebisingan merupakan cara utama untuk menjaga kesehatan. Nilai ambang batas kebisingan yang dapat ditolerir oleh pendengaran manusia, yaitu 85 nBA sebagai intensitas tertinggi dengan durasi ngga lebih 8 jam sehari atau 40 jam per minggu.
Memeriksaan Pendengaran Sedini Mungkin
Pemeriksaan kesehatan pendengaran sebaiknya dilakukan sedini mukin dan rutin dilakukan setiap tahunnya. Pemeriksaan pendengaran pada saat bayi baru lahir dapat mendeteksi kemungkinan adanya tuli kongenetal yang dimana jika terdeteksi sejak dini maka akan dapat dilakukan penanganan sesegera mungkin. Tuli kongenetal yang tidak ditangani maka dapat mengganggu perkembangan sosial, psikologi dan kognitif anak kedepannya.

Rajin Membersihkan Kotoran Telingan
Kotoran telinga yang menyumbat saluran pendengaran atau serumen obturan juga bisa menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran. Sebanyak 30-50% kejadian serumen obturan terjadi pada anak usia sekolah. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kesulitan mendegar dan memahami apa yang dibicarakan orang lain.
Membersihkan kotoran teling perlu dilakukan beberapa bulan sekali. Pembersihan telinga ini sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mencegah terjadinya infeksi atau penyumbatan kotoran telinga akibat cara pembersihan yang kuarang tepat.
Menggunakan Alat Pelindung Telinga
Beberapa pekerjaan atau kondisi tempat tinggal terkadang mengharuskan seseorang sering tertapar suara bising. Misalnya pada seseorang yang bekerja di pabrik yang terus terpapar alat bersuara keras selama 6-8 jam sehari. Upaya yang bisa dilakukan, yaitu menggunakan alat pelindung khusus yang disebut micropgones yang bisa menurunkan kebisingan sampai 25 hingga 40 dB.
Membatasi Penggunaan Earphone
Penggunaan earphone dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran. Membatasi penggunaan earphone dapat menjadi langkah untuk mencegah timbulnya gangguan pendegaran kedepannya. Gunakan earphone hanya saat tertentu saja dengan volume ngga terlalu keras.
Menjaga kesehatan pendengaran tentu merupakan kewajiban yang perlu kamu lakukan supaya bisa terhidar dari gangguan pendengaran dan menjalani kehidupan dengan baik. Semoga sehat selalu, Sahabat Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP


Comment